Kamis, 29 September 2016

GEMPABUMI



RANGKUMAN
GEMPA BUMI

OLEH
INDRIANI
471 416 017



 












 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI








GEMPA BUMI














Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba Yang menciptakan gelombang seismik.

Jenis GempaBumi

Gempabumi dapat dibagi berdasarkan penyebabnya:
1.      GempaBumi Vulkanik, bersumber dari dalam tubuh gunungapi aktif, pada umumnya berkekuatan kecil ( maksimal 2SR)
2.      Gempabumi runtuhan, diakibatkan oleh runtuhan batuan di daerah kapur karena adanya salaktik yang jatuh dalam gua kapur.
3.      Gempabumi Tektonik, terjadi akibat  aktivitas tektonik dizona batas antar lempeng dan patahannaya mengakibatkan sebaran getaran ke segala arah.

Berdasarkan Kedalaman

·         Gempa bumi dalam

Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.
·         Gempa bumi menengah
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
·         Gempa bumi dangkal
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.

Jenis Gempabumi berdasarkan bentuk pertemuan lempengnya
a. Gempa bumi yang terjadi di sepanjang sistem rift dimana lempeng samudra terbentuk. Gempa bumi yang terjadi di sepanjang sistem subduksi dimana lempeng samudra menyusup di bawah lempeng kontinen.
b.  Gempa bumi yang terjadi di sepanjang patahan transform atau sesar geser dimana pertemuan lempeng tektonik saling menggeser secara horizontal.



Mekanisme Terjadinya Gempa bumi

Teori yang dapat menjelaskan tentang energi elastik yang dapat di terima adalah pergeseran sesar dan teori kekenyalan elastis dari H.F Rheid (1906). Teori ini menjelaskan jika permukaan bidang sesar saling bergeser batuan akan mengalami deformasi (perubahan wujud) jika perubahan tersebut melampau batas elastisitas pada saat stres di lepas.
 



 

 









 
Ketika suatu objek di kenakan stres,maka akan terjadi perubahan volume dan bentuk.
Jika benda padat ditekan secara lambat, deformasi pertama secara elastis.
Ketika stres di hapus, objek akan kembali ke ukuran dan bentuk aslinya.


Pada kondisi lain, batuan akan pecah oleh brittle fracture. Frakture melepaskan elastik dan batuan disekitarnya akan kembali kebentuk aslinya.


 Gelombang GempaBumi
1.      Body Waves (Gelombang Badan) menjalar di interior bumi.
Gelombang badan menjalar dari titik pusat gempabumi yang di sebut fokus gempa (hiposenter). Proyeksi hiposenter kepermukaan bumi di sebut episenter.
           
Ø  Primer waves (Gelombang P)
Gelombang p di sebut juga gelombang kompresi/ gelombang longitudinal. Dapat merambat dimedia padat, cair dan gas. Rambatan gelombangnya sangat cepat.
Ø  Secunder Wave (Gelombang  S)
Gelombang S merupakan gelombang transversal, dimana arah pergerakan partikel akan tegak lurus dengan arah rambat gelombang. Merambant dengan menembus batu padat dan rambatan gelombangnya lebih lambat.


2.      Surface Wave
Gelombang yang rambatannya hanya melalui kerak bumi. Gelombang ini mempunyai frekuensi yang lebih redah di banding kan gelombang badan.
Ø  Love wave
Gelombang love adalah gelombang geser (S Wave) yang terpolarisasi secara horizontal dan tidak menghasilkan perpindahan vertikan. Gelombang Rayleigh dan lebih dulu sampai seismograph.
Ø  Reyleigh wave
Gelombang Reyleigh adalah gelombang yang lintasan gerak partikelnya menyyerupai elips. Dihasilkan oleh gelombang datang P dan gelombang S yang berinteraksi pada permukaan bebas dan merambat sejajar dengan permukaan tersebut.


Dampak gempabumi
  • Bangunan Roboh
  • Kebakaran
  • Korban patah tulang dan meninggal dunia
  • Permukaan tanah retak-retak
  • Jembatan ambruk dan jalan terputus
  • Tanah longsor
  • Banjir akibat tanggul jebol
  • Tsunami, akibat gempa dengan kekuatan (>6 skala Ritcher) didasar laut dangkal.












Referensi :
file.upi.edu/Direktori/FPIPS/.../HANDOUT_GEMPABUMI.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi
https://geofisika42.wordpress.com/2010/07/06/237/







Rabu, 28 September 2016

STRUKTUR INTERIOR BUMI



RANGKUMAN
STRUKTUR INTERIOR BUMI


OLEH
INDRIANI
471 416 017





UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS MATEMATIKA  DAN IPA
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI



STRUKTUR INTERIOR BUMI




Susunan bumi dari permukaan ke bagian terdalam terdiri dari  tiga lapis yaitu kerak bumi ( Crust ), selimut ( Mantle ), dan inti ( Core ).

1.      Kerak bumi
Kerak bumi adalah bagian yang paling terluar dari bumi. Kerak ini bersifat padat dan relatif tipis, dan terdiri atas massa daratan dan massa samudera.



Bagian daratan permukaan bumi disebut kerak benua dengan ketebalan antara 15 – 75 km. kerak benua yang terbentuk oleh batuan yang lebih cerah dan lebih padat, seperti granit dan diorit. Kerak samudera lebih tipis dari kerak benua dengan ketebalan antara 5 – 10 km yang terbentuk oleh batuan padat dan gelap, seperti basalt dan gabro.


2.      Selimut (Mantel)
Selimut merupakan wilayah paling besar dari wilayah-wilayah lainnya. Dibandingkan dengan kerak bumi, mantel lebih tebal yaitu sampai sekitar 2.900 km. Suhu di sini tinggi, mencapai sekitar 3700oC. Tekanan pada selimut juga tinggi, mencapai sekitar 137 gigapascal (1,37 juta atmosfer).
Mantel terdiri atas mantel atas dan mantel bawah:
Mantel atas bersifat padat dan membentuk litosfer. Ketebalan Lithosfer ± 65 – 100 km dan menyelubungi asthenosfer yang mempunyai ketebalan ± 100 – 350 km,

Pada kedalaman sekitar 75 – 125 Km batuan keras pada litosfer menjadi lembek, astenosfer plastis. 1 – 2 persen astenosfer bersifat liquid dan secara mekanik lembek dan plastis.
Karena plastis, astenosfer mengalir lambat, mungkin beberapa centimeter per tahun.



Tekanan dan temperatur bumi bertambah menurut kedalaman. Perubahan ini menyebabkan batuan mantel bervariasi menurut kedalamnya.

3.      Inti (Core)
Inti (core) adalah bagian paling dalam dari bumi. Radius inti bumi ± 3.500 km. Suhu inti bumi berkisar dari 4000oC – 5000o C. inti bumi terdiri dari dua bagian, yaitu inti dalam yang bersifat solid dan inti luar yang bersifat molten.
Tekanan lebih besar dari 1 juta kali dari atmosfer bumi pada permukaan laut. Tekanan ekstrim melingkupi temperatur menekan inti dalam menjadi padat.








Referensi:

https://geograph88.blogspot.co.id/2015/05/susunan-lapisan-interior-bumi.html
www.geophysicsspace.blogspot.com



Sabtu, 24 September 2016

tektonik lempeng




RANGKUMAN MATERI
TEKTONIK LEMPENG













Nama     :  Indriani
Nim       : 471 416 017
Prodi      : Teknik Geologi
Jurusan : Ilmu dan Teknologi Kebumian
























Teori ini mendeskripsikan lapisan terluar Bumi yang disebut dengan litosfer. Sebuah lapisan yang keras terdiri atas batuan yang kuat. Lapisan ini pecah menjadi tujuh bagian besar (dan beberapa bagian kecil) yang disebut dengan lempeng tektonik. Teori tektonik lempeng menyatakan bahwa kerak bumi dan litosfer yang mengapung diatas astenosfer. Astenosfer tersusun atas batuan tetapi di astenosfer sangat panas sehingga satu sampai dua persen batuan di dalamnya meleleh. Sehingga astenosfer bersifat plastik dan lembek.

PERGERAKAN LEMPENG TEKTONIK


1.      Pergerakan Divergen 
Dua lempeng yang saling menjauh, pergerakan yang saling menjauh menyebabkan terbentuknya pematang tengah samudra ( Mid Ocean Ridge ) dan retakan benua (Splitting Continent).
       2.      Pergerakan Convergen
Pada batas konvergen, lempeng litosfer saling bertemu. Konvergen dapat terjadi antara lempeng benua dengan lempeng benua, antara lempeng benua dengan lempeng samudera, dan antara lempeng samudera dengan lempeng samudera. Pergerakan saling mendekati kerak samudra menyebabkan kerak samudra menunjam kedalam mantel sehingga terbentuk palung/ zona subduksi.


3.      Pergerakan lempeng Transform
Pergerakan lempeng transform terbentuk dimana dua lempeng saling berpapasan secara horizontal dan secara berlawanan. Pada saat berpapasan  aktivitas vulkasis yang lemah dan di sertai gempa yang tidak kuat.




PROSES TEKTONIK LEMPENG

     1.      Convection Mantle
Mantel memanas akibat peluruhan radioaktif dan akibat pemanasan dari bawah oleh inti Bumi
   2.      Gravitational Sliding
Gravitasi dapat menyebabkan lempeng tergelincir jauh dari pusat zona pemekaran beberapa centimeter per tahun, seperti kereta luncur yang meluncur menuruni bukit salju.
   3.      Mantle Plumes
Mantle plumes adalah kolom panas yang naik dari dalam mantel. Proses ini terjadi karena batuan pada beberapa bagian di mantel lebih panas dan lebih ringan dari bagian sekitarnya di mantel.



ANATOMI LEMPENG TEKTONIK


Lempeng tektonik dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Sebuah lempeng adalah sebuah pecahan dari litosfer. Dengan demikian yang termasuk dalam lempeng adalah kerak dan mantel bagian atas.
  2. Dalam sebuah lempeng dapat mencakup kerak samudera dan kerak benua. Ketebalan rata-rata litosfer yang mencakup kerak samudera adalah 75 Km, sebaliknya litosfer yang mencakup benua 125 Km. Litosfer bisa jadi setebal 10 – 15 Km pada pusat pemekaran samudera.
  3. Lempeng bersusunan keras, secara mekanik tersusun atas batuan yang keras.
  4. Lempeng mengapung di atas batas yang panas, astenosfer yang plastis, dan meluncur secara horizontal di atasnya.
  5. Perilaku lempeng sama seperti papan besar es yang mengapung di atas danau, sedikit lentur seperti skater, mengikuti pergerakan vertikal yang kecil. Secara umum merupakan lembaran batuan besar dan utuh yang bergerak.
  6. Tepi lempeng adalah daerah aktif tektonik. Gempabumi dan gunungapi umum terdapat pada batas lempeng. Sebaliknya bagian dalam litosfer biasanya merupakan daerah stabil secara tektonik.
  7. Pergerakan lempeng tektonik bervariasi mulai dari 1 – 16 cm per tahun.

KONSEKUENSI PERGERAKAN LEMPENG

Beberapa konsekuensi dari pergerakan lempeng adalah terbentuknya gunungapi, terjadi gempabumi, pembentukan gunung, palung samudera, migrasi benua dan samudera.
Gunung Api
            Disebabkan meleburnya batuan, cairan, dan gas dizona subduksi tadi. Terdapat tiga faktor yang dapat melelehkan batuan menjadi magma dan menyebabkan erupsi gunungapi.  Yang paling nyata adalah kenaikan temperatur. Batuan panas juga akan meleleh menjadi magma jika ada penurunan tekanan atau jika air masuk ke dalamnya.

Gempabumi

Gempabumi biasanya terjadi di tiga batas lempeng tektonik, dan biasanya jarang terjadi pada bagian dalam lempeng tektonik. Gempa terkonsentrasi pada batas lempeng karena batas lempeng adalah zona rekahan pada litosfer di mana lempeng yang satu tergelincir pada lempeng yang lain. Bidang gelincir jarang yang halus dan berlanjut/terus menerus. Rekahan bisa jadi terkunci selama berbulan-bulan atau ratusan tahun. Tiba-tiba, lempeng tergelincir beberapa centimeter atau beberapa meter pada lempeng lainnya. Gempabumi adalah gerakan batuan yang disebabkan oleh pergerakan yang tiba-tiba itu.
Pembentukan Gunung

Banyak dari rangkaian gunung terbentuk pada zona subduksi. Volume magma yang besar naik ke kerak menyebabkan terbentuknya pegunungan. Erupsi gunungapi membentuk rangkaian gunungapi. Rangkaian gunungapi juga terbentuk pada zona pemekaran.

Palung Samudera

Palung samudera panjang mengikuti batas pada lantai samudera yang berkembang di mana subduksi masuk ke dalam mantel. Sebuah palung dapat terbentuk dimanapun subduksi terjadi. Palung adalah bagian paling dalam pada cekungan samudera. 

Migrasi Benua dan Samudera

Perpindahan benua terjadi pada permukaan bumi karena benua merup akan bagian dari lempeng litosfer yang bergerak. Saat benua berpindah, cekungan samudera terbuka dan menutup selama waktu geologi. 

SUPERKONTINEN

Antara 2 – 1.8 miliar juta tahun lalu, pergerakan lempeng tektonik menyatukan mikrokontinen membentuk superkontinen pertama yang dikenal dengan Pangea I. Setelah Pangea I retak sekitar 1.3 miliar tahun lalu, fragmen kerak benua berkumpul kembali membentuk superkontinen kedua yang disebut Pangea II, sekitar 1 miliar tahun lalu. Kontinen ini kemudian pecah, lalu pecahan kontinen ini mengumpul kembali menjadi superkontinen ketiga yang disebut Pangea III, sekitar 300 juta tahun lalu.

ISOSTASI: PERGERAKAN LEMPENG SECARA VERTIKAL

Perhatikan perahu kecil yang masuk ke dalam air saat kita menginjakkan kaki ke perahu dan perahunya naik lagi saat kita keluar dari perahu. Perilaku litosfer sama seperti ini. Jika massa yang besar ditambahkan ke dalam litosfer maka litosfer akan terbenam di astenosfer. Proses yang menambah dan mengurangi massa pada litosfer adalah pertumbuhan dan pelelehan glasier dalam jumlah besar.

Konsep di mana litosfer mengapung seimbang di atas astenosfer disebut isostasi. Pergerakan vertikal sebagai respon terhadap perubahan beban disebut penyesuaian isostatik (isostatic adjusment). Gunung es yang besar memiliki puncak yang tinggi dan dasarnya masuk jauh ke bawah permukaan air. Ini adalah ilustrasi untuk isostatic adjusment. Rangkaian pegunungan yang tinggi memiliki “akar” yang dalam  dibanding dataran. Dasar gunung es yang tinggi lebih dalam dibanding dasar gunung es yang lebih kecil. Perilaku litosfer sama dengan ini. 







Sumber:
Handout_tektonik_lempeng.pdf
Geophysicsspace.blogspot.com