GEOLOGI DAN BUMI
Geologi
adalah studi tentang bumi yang termasuk material penyusunnya, perubahan fisika
dan kimia yang terjadi di permukaan dan didalamnya ( bawah permukaan ), sejarah
planet dan pembentukannya.
Materi penyusun
bumi
Sebagian
besar bumi tersusun atas batuan – batuan. Batuan tersebut atas mineral-mineral.
Ahli-ahli geologi mempelajari asal usul. Karakteristik, dan komposisi batuan
dan mineral. Ahli-ahli geologi juga mengeksplorasi sumber daya yang di butuhkan
dunia teknologi: bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam
; sumber daya mineral seperti logam,
sand dan gravel, dan retilizers.
Berdasarkan
susunan kimianya, bumi dapat di bagi menjadi empat bagian: lithosfer yang
terdiri dari tanah dan batuan, hidrosfer yang terdiri dari berbagai bentuk
ekosistem perairan seperti laut , danau, dan sungai, atmosfer yang menyelimuti
seluruh permukaan bumi serta bagian yang di tempati oleh berbagai jenis
organisme.
Hidrosfer
senyawa gabungan dua atom hidrogen dengan suatu atom oksigen menjadi H2O
sekitar 71%permukaan bumi merupakan perairan.
Litosfer
merupakan lapisan kerak bumi yang paling luar yang terdiri atas batuan dengan
ketebalan rata-rata 1200 Km. Litosfer tersusun dalam dua lapisan yaitu: kerak
dan selubung, yang tebalnya 50-100 Km. Litosfer merupakan lempeng yang bergerak
sehingga dapat menimbulkan pergeseran benua.
Atmosfer
adalah lapisan bumi yang tersusun atas
gas-gas, sebagian besar adalah nitrogen
dan oksigen.
Biosfer
adalah zona tipis di dekat permukaan yang di huni oleh kehidupan.paleontologi
adalah ahli geologi yang mempelajari evolusi dan sejarah kehidupan melalui
penjelasan tentang fosil dan bukti yang terawetkan pada batuan dan sedimen.
Proses pembentukan bumi terbagi menjadi dua yaitu
:
1. Proses
internal
Proses yang terjadi di dalam
bumi disebut proses internal. Proses internal (proses yang memberikan bentuk
pada bumi ) menyebabkan pembentukan pegunungan, gempabumi, erupsi gunung api.
Perencanaan bangunan, insinyur, dan perencana kota harus berkonsultasi dengan
ahli geologi.
2. Proses
permukaan
Proses permukaan ( proses yang
merusak yang sudah di bentuk ) adalah semua proses yang membentuk atau memahat
permukaan bumi. Sebagian besar proses permukaan disebabkan oleh air meskipun
angin, es, dan gravitasi juga memiliki peran yang signifikan.
Uniformitarisme
dan Katastropisme
James
Hutton (1785) sejarah ilmu geologi sudah dimulai sejak abad ke 17 dan 18 dengan doktrin katastrofisme yang
sangat populer. Para penganutnya percaya bahwa bentuk permukaan bumi dan segala
kehidupan diatasnya terbentuk dan musnah dalam sesaat akibat suatu bencana
(catastroph) yang besar.
James
Hutton menerbitkan bukunya yang berjudul “ Theory Of The Erth “, di mana ia
mencetuskan doktrinya yang terkenal tentang uniformitarisme. Uniformitarisme
merupakan konsep dasar geologi modern. Doktrin ini menyatakan bahwa hukum-hukum
fisika, kimia, dan biologi yang berlangsung saat ini berlangsung juga pada masa
lampau. Ide ini dikenal sebagai “ The Present Is The Key to the Past “
William
Whewell yang juga seorang geologi mengatakan perubahan geologi kadang- kadang
berlangsung sangat cepat. Dia menulis bahwa geologi masa lampau bisa jadi
mengalami kala serangan hebat dan bencana yang terjadi antara priode tenang.
Proses
uniformitarisme adalah signifikan terjadi tapi mustahil peristiwa katatropis
yang sangat radikal berlangsung pada perubahan yang lambat.
Contoh
perubahan Grandual (berangsur-angsur) yaiitu migrasi Amerika Utara sejauh 8
meter ke arah barat.
Contoh
perubahan Katastropik (bencana) dalam sejarah bumi yaitu meteorit raksasa yang
menghantam bumi,. Penguapan dalam volume yang sangat besar dari batuan dan
menyebarkan awan debu tebal di atas langit.
Waktu geologi
Waktu
geologi bumi di susun menjadi beberapa unit menurut pristiwa yang terjadi pada
tiap priode. Masing- masing zaman pada skalar waktu biasanya ditandai dengan
pristiwa besar geologi atau Paleontologi, seperti kepunahan massal. Sebagai
contoh, batas antara zaman kapur dan paleogen didefinisikan dengan pristiwa
kepunahan dinosaurus dan berbagai spesies laut. Priode yang lebih tua, yang tak
memiliki peninggalan fosil yang dapat diandalkan perkiraan usianya dengan umur
absolut.
Pada
pertengahan 1600-an, Archbishop James Ussher menghitung umur bumi di buku Genesis in the Old
Testament. Dia menyimpulkan bahwa peristiwa pembentukan terjadi pada siang hari tanggal 23 oktober 4004 SM.
Saat ini ahli- ahli geologi memperkirakan usia bumi sekitar 4.6 juta tahun.
Bumi
Awal Tata Surya
Hipotesis
asal usul tata surya berdasarkan perhitungan perilaku debu dan gas di jagad
raya dan observasi bintang- bintang dan awan debu di galaksi. Pembentukan tata
surya adalah awan besar, menyebar, dan beku dari debu dan gas yang berotasi
lambat di jagad raya. Awan ini terbentuk dari materi yang dikeluarkan dari
bintang yang meledak. Lebih dari 99% awan terdiri dari Hidrogen Dan Helium. Atraksi
gravitasi yang kecil menjadikan partikel debu dan gas membentuk bola. Ketika
proses kondensasi berlanjut, awan berotasi lebih cepat dan bola berubah bentuk
menjadi cakram. Lebih dari 90% materi
diawan runtuh ke pusat cakram di bawah pengaruh
gravitasi dan membentuk protosun (bayi matahari ). Panas dari protosun
menghangatkan bagian dalam cakram, setelah keruntuhan gravitasi hampir selesai,
cakram mendingin. Gas- gas di bagian luar cakram memadat membentuk agregat-
agregat kecil. Perkembangan ini berlangsung hingga sejumlah bola-bola batuan
kecil yang di sebut planetesimal dengan
diameter kecil hingga sekitar 100Km.
Antraksi
gravitasi mendorong masuk gas dalam protosun. Yang menciptakan tekanan dan
temperatur yang tinggi. Inti bumi
menjadi lebih panas di mana nucleus hidrogen bergabung membentuk nucleus dari
unsur-unsur yang berat yaitu helium. Proses ini di sebut fusi nuklir di mana
fase ini membebaskan energi yang sangat banyak.
Modern Tata Surya
Panas
dari Matahari memanaskan Hidrogen, Helium, dan unsur-unsur terang lainnya jauh
dari bagian tata surya. Hasilnya empat planet yang sangat dekat dengan matahari
yang tersusun atas batuan dan logam adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars
yang di sebut sebagai planet “
Terrestrial “. Dan empat lainnya yang tersusun atas liquid dan gas adalah
jupiter, Saturnus, uranus, dan Neptunus yang di sebut sebagi pelanet “ Jovian
“.
Evolusi Bumi Modern
Bumi
itu di bentuk oleh akresi partikel- partikel kecil dan berlapis-lapis. Pusat
bumi tebal dan inti yang panas tersusun atas besi dan nikel. Mantel yang tipis
tesusun oleh batuan padat dan kerak merupakan lapisan tipis yang tersusun atas
batuan.
Temperatur
dan tekanan bumi meningkat berdasarkan pertambahan kedalaman. Pada kedalaman 10
meter di bawah permukaan tanah dan batuan, dingin saat di sentuh. Pada
kedalaman 100-350 Km batuan pada mantel sangat panas. Inti luar tersusun atas
logam yang meleleh sedangkan bagian inti yang solid karena berada di bawah
tekanan yang intens.
PERUBAHAN GEOLOGI DAN LINGKUNGAN
Lingkungan
permukaan bumi berubah frekuentif dan dramatis dalam sejarah yang panjang.
Komposisi amosfer dan iklim berubah.
Banyak
proses- proses geologi menjadikan manusia dalam bahaya. Erupsi gunung api,
gempa bumi, banjir, longsor, membunuh manusia dan merusak kota. Aktivitas
manusia juga membahayakan kesehatan.
Penilaian
resiko adalah penilaian bencana geologi dan imbasnya pada manusia serta
implementasi kebijakannya berdasarkan analisis. Analisis biaya adalah
membandingkan biaya dari pemecahan masalah dengan keuntungan moneter dari
solusi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar