RANGKUMAN MATERI
TEKTONIK LEMPENG
Nama
: Indriani
Nim
: 471
416 017
Prodi
: Teknik
Geologi
Jurusan
: Ilmu
dan Teknologi Kebumian
Teori ini mendeskripsikan lapisan
terluar Bumi yang disebut dengan litosfer. Sebuah lapisan yang keras terdiri
atas batuan yang kuat. Lapisan ini pecah menjadi tujuh bagian besar (dan
beberapa bagian kecil) yang disebut dengan lempeng tektonik. Teori tektonik lempeng menyatakan bahwa kerak bumi dan
litosfer yang mengapung diatas astenosfer. Astenosfer tersusun atas batuan
tetapi di astenosfer sangat panas sehingga satu sampai dua persen batuan di
dalamnya meleleh. Sehingga astenosfer bersifat plastik dan lembek.
1.
Pergerakan
Divergen
Dua lempeng yang saling menjauh, pergerakan yang
saling menjauh menyebabkan terbentuknya pematang tengah samudra ( Mid Ocean
Ridge ) dan retakan benua (Splitting Continent).
2. Pergerakan Convergen
Pada batas konvergen, lempeng
litosfer saling bertemu. Konvergen dapat terjadi antara lempeng benua dengan
lempeng benua, antara lempeng benua dengan lempeng samudera, dan antara lempeng
samudera dengan lempeng samudera. Pergerakan saling mendekati kerak samudra
menyebabkan kerak samudra menunjam kedalam mantel sehingga terbentuk palung/
zona subduksi.
Pergerakan lempeng transform
terbentuk dimana dua lempeng saling berpapasan secara horizontal dan secara
berlawanan. Pada saat berpapasan
aktivitas vulkasis yang lemah dan di sertai gempa yang tidak kuat.
PROSES TEKTONIK LEMPENG
1. Convection Mantle
Mantel memanas akibat peluruhan
radioaktif dan akibat pemanasan dari bawah oleh inti Bumi
2. Gravitational Sliding
Gravitasi dapat menyebabkan lempeng
tergelincir jauh dari pusat zona pemekaran beberapa centimeter per tahun,
seperti kereta luncur yang meluncur menuruni bukit salju.
3. Mantle Plumes
Mantle plumes adalah kolom panas
yang naik dari dalam mantel. Proses ini terjadi karena batuan pada beberapa
bagian di mantel lebih panas dan lebih ringan dari bagian sekitarnya di mantel.
ANATOMI
LEMPENG TEKTONIK
Lempeng
tektonik dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Sebuah lempeng adalah sebuah pecahan dari litosfer. Dengan demikian yang termasuk dalam lempeng adalah kerak dan mantel bagian atas.
- Dalam sebuah lempeng dapat mencakup kerak samudera dan kerak benua. Ketebalan rata-rata litosfer yang mencakup kerak samudera adalah 75 Km, sebaliknya litosfer yang mencakup benua 125 Km. Litosfer bisa jadi setebal 10 – 15 Km pada pusat pemekaran samudera.
- Lempeng bersusunan keras, secara mekanik tersusun atas batuan yang keras.
- Lempeng mengapung di atas batas yang panas, astenosfer yang plastis, dan meluncur secara horizontal di atasnya.
- Perilaku lempeng sama seperti papan besar es yang mengapung di atas danau, sedikit lentur seperti skater, mengikuti pergerakan vertikal yang kecil. Secara umum merupakan lembaran batuan besar dan utuh yang bergerak.
- Tepi lempeng adalah daerah aktif tektonik. Gempabumi dan gunungapi umum terdapat pada batas lempeng. Sebaliknya bagian dalam litosfer biasanya merupakan daerah stabil secara tektonik.
- Pergerakan lempeng tektonik bervariasi mulai dari 1 – 16 cm per tahun.
KONSEKUENSI
PERGERAKAN LEMPENG
Beberapa konsekuensi dari pergerakan lempeng adalah
terbentuknya gunungapi, terjadi gempabumi, pembentukan gunung, palung samudera,
migrasi benua dan samudera.
Gunung Api
Disebabkan
meleburnya batuan, cairan, dan gas dizona subduksi tadi. Terdapat tiga faktor yang dapat
melelehkan batuan menjadi magma dan menyebabkan erupsi gunungapi. Yang
paling nyata adalah kenaikan temperatur. Batuan panas juga akan meleleh menjadi
magma jika ada penurunan tekanan atau jika air masuk ke dalamnya.
Gempabumi
Gempabumi
biasanya terjadi di tiga batas lempeng tektonik, dan biasanya jarang terjadi
pada bagian dalam lempeng tektonik. Gempa terkonsentrasi pada batas lempeng
karena batas lempeng adalah zona rekahan pada litosfer di mana lempeng yang
satu tergelincir pada lempeng yang lain. Bidang gelincir jarang yang halus dan
berlanjut/terus menerus. Rekahan bisa jadi terkunci selama berbulan-bulan atau
ratusan tahun. Tiba-tiba, lempeng tergelincir beberapa centimeter atau beberapa
meter pada lempeng lainnya. Gempabumi adalah gerakan batuan yang disebabkan
oleh pergerakan yang tiba-tiba itu.
Pembentukan
Gunung
Banyak dari
rangkaian gunung terbentuk pada zona subduksi. Volume magma yang besar naik ke
kerak menyebabkan terbentuknya pegunungan. Erupsi gunungapi membentuk rangkaian
gunungapi. Rangkaian gunungapi juga terbentuk pada zona pemekaran.
Palung
Samudera
Palung
samudera panjang mengikuti batas pada lantai samudera yang berkembang di mana
subduksi masuk ke dalam mantel. Sebuah palung dapat terbentuk dimanapun
subduksi terjadi. Palung adalah bagian paling dalam pada cekungan
samudera.
Migrasi Benua
dan Samudera
Perpindahan
benua terjadi pada permukaan bumi karena benua merup akan bagian dari lempeng
litosfer yang bergerak. Saat benua berpindah, cekungan samudera terbuka dan
menutup selama waktu geologi.
SUPERKONTINEN
Antara 2 –
1.8 miliar juta tahun lalu, pergerakan lempeng tektonik menyatukan
mikrokontinen membentuk superkontinen pertama yang dikenal dengan Pangea I.
Setelah Pangea I retak sekitar 1.3 miliar tahun lalu, fragmen kerak benua
berkumpul kembali membentuk superkontinen kedua yang disebut Pangea II, sekitar
1 miliar tahun lalu. Kontinen ini kemudian pecah, lalu pecahan kontinen ini
mengumpul kembali menjadi superkontinen ketiga yang disebut Pangea III, sekitar
300 juta tahun lalu.
ISOSTASI:
PERGERAKAN LEMPENG SECARA VERTIKAL
Perhatikan
perahu kecil yang masuk ke dalam air saat kita menginjakkan kaki ke perahu dan
perahunya naik lagi saat kita keluar dari perahu. Perilaku litosfer sama
seperti ini. Jika massa yang besar ditambahkan ke dalam litosfer maka litosfer
akan terbenam di astenosfer. Proses yang menambah dan mengurangi massa pada
litosfer adalah pertumbuhan dan pelelehan glasier dalam jumlah besar.
Konsep di
mana litosfer mengapung seimbang di atas astenosfer disebut isostasi.
Pergerakan vertikal sebagai respon terhadap perubahan beban disebut penyesuaian
isostatik (isostatic adjusment). Gunung es yang besar memiliki puncak
yang tinggi dan dasarnya masuk jauh ke bawah permukaan air. Ini adalah
ilustrasi untuk isostatic adjusment. Rangkaian pegunungan yang tinggi memiliki
“akar” yang dalam dibanding dataran. Dasar gunung es yang tinggi lebih
dalam dibanding dasar gunung es yang lebih kecil. Perilaku litosfer sama dengan
ini.
Sumber:
Handout_tektonik_lempeng.pdf
Geophysicsspace.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar